Ketahanan Kabel Bawah Laut Dunia Terancam

Judul asli: Submarine cable resilience

Mengapa Ini Penting

Kabel bawah laut adalah fondasi internet global; gangguan berulang mengancam konektivitas dan ekonomi digital.

607 sistem kabel bawah laut sepanjang 1,5 juta km jadi tulang punggung telekomunikasi global, namun insiden pemutusan terus meningkat di Asia dan Eropa.

Kepulauan Matsu, wilayah Taiwan di Laut China Timur, menjadi sorotan ketika kabel bawah lautnya putus 27 kali antara 2018–2022, ditambah empat gangguan besar sepanjang 2023–2025. Laut Taiwan Strait yang dangkal — rata-rata hanya 70 meter — membuat kabel Taima No.2 dan Taima No.3 rentan tersangkut jangkar kapal atau alat tangkap ikan. Pola serupa terjadi di Laut Baltik: sejak 2023, terdapat 11 gangguan pada kabel komunikasi dan pipa bawah laut di kawasan tersebut. Menurut data Telegeography per Oktober 2026, total 607 sistem kabel aktif beroperasi di seluruh dunia. Geoff Huston dari APNIC menegaskan bahwa sistem satelit yang ada saat ini tidak mampu menggantikan kapasitas kabel bawah laut jika terjadi kerusakan masif. Komunitas tertentu bisa terisolasi total, dengan dampak logistik dan ekonomi yang berat. Upaya memperkuat ketahanan infrastruktur ini terus dilakukan, termasuk rencana pemasangan kabel Taima No.4 untuk Kepulauan Matsu.

Sumber

blog.apnic.net — Baca artikel asli →