Pixel 11 Mungkin Dilewati GrapheneOS karena MTE
Judul asli: Pixel 11 doesn't yet meet the GrapheneOS security standards and may be skipped
Mengapa Ini Penting
Keputusan ini menandai pergeseran besar ekosistem privasi Android dari lini Pixel.
GrapheneOS menyatakan Pixel 11 kemungkinan dilewati karena tidak mendukung ARM Memory Tagging Extension (MTE), fitur keamanan kunci yang digunakan di seluruh sistem operasi mereka.
Setelah sepekan mengerjakan port parsial, tim GrapheneOS mengumumkan Pixel 11 tidak memenuhi standar keamanan mereka. Penyebab utamanya: tidak ada dukungan MTE (ARM hardware memory tagging) di sisi perangkat lunak, firmware, maupun hardware. GrapheneOS menggunakan MTE di seluruh lapisan OS — termasuk kernel dan setiap proses dasar — untuk memblokir hampir semua eksploit jarak jauh dan banyak eksploit lokal.
Pixel 8 sudah mendukung MTE sejak Oktober 2023, dan GrapheneOS langsung mengintegrasikannya. Ironisnya, Android dan Pixel OS standar tidak pernah mengaktifkannya secara default. Sementara itu, Apple justru mengimplementasikan MTE lewat fitur Memory Integrity Enforcement (MIE) yang selalu aktif di iPhone 17.
Pixel 11 memang membawa sejumlah peningkatan: verified boot pasca-kuantum (ML-DSA), penggantian Samsung Shannon IMS dengan AOSP IMS, dan Titan M3 untuk perlindungan Before First Unlock. Namun menurut GrapheneOS, semua itu hancur karena absennya MTE. Di sisi harga, Pixel 11 dinilai terlalu mahal untuk peningkatan yang minim — CPU naik tipis, GPU tetap lemah, dan RAM Pro model dasar justru dikurangi.
GrapheneOS secara tegas merekomendasikan agar pengguna tidak membeli Pixel 11, dan menyebut Pixel 8, 9, serta 10 sebagai pilihan lebih baik. Mereka juga mengumumkan kemitraan dengan Motorola untuk perangkat GrapheneOS berikutnya.