Data 8,8 Juta Warga Denmark Bocor dari CPR
Judul asli: Denmark Data Breach Exposes 8.8M People's Personal Data
Mengapa Ini Penting
Kebocoran data kependudukan nasional hampir seluruh populasi Denmark memperlihatkan risiko akses pihak ketiga ke infrastruktur data pemerintah.
Denmark alami kebocoran data besar: CPR-nomor, nama, dan alamat sekitar 8,8 juta warga terekspos akibat penyalahgunaan akses resmi sebuah perusahaan ke sistem CPR.
Det Centrale Personregister (CPR) — sistem registrasi kependudukan nasional Denmark — mengonfirmasi insiden keamanan serius pada 5 Oktober 2026. Pelaku tidak dikenal menyalahgunakan akses legal milik sebuah perusahaan Denmark untuk mengambil data pribadi sekitar 8,8 juta warga yang terdaftar di sistem CPR. Data yang terdampak meliputi nama, alamat, dan nomor CPR (setara nomor induk kependudukan). Satu catatan penting: warga yang telah mengaktifkan perlindungan nama dan alamat (navne- og adressebeskyttelse) tidak termasuk dalam data yang bocor. CPR-administrationen telah memblokir akses perusahaan tersebut dan bekerja sama dengan para spesialis serta otoritas terkait untuk memetakan kronologi kejadian. Laporan resmi telah diajukan ke Datatilsynet (otoritas perlindungan data Denmark), dan polisi kini menyelidiki kasus ini bersama instansi pemerintah lainnya. Kementerian Riset, Pendidikan, dan Digitalisasi Denmark juga telah merilis pernyataan resmi terkait insiden ini.