OpenAI Kembali Pancing Amarah Matematikawan
Judul asli: OpenAI Is Pissing Off a Bunch of Mathematicians—Again
Mengapa Ini Penting
Perlombaan AI menjelang IPO mengancam integritas proses ilmiah matematika global.
OpenAI berencana rilis lebih dari 100 solusi masalah matematika tak terpecahkan ke GitHub, mengabaikan permintaan 40 matematikawan agar diterbitkan lewat makalah ilmiah formal.
Pada Agustus 2026, OpenAI mengumpulkan sekitar 40 matematikawan untuk berdiskusi soal dampak AI terhadap dunia matematika. Perusahaan mengisyaratkan model mereka telah memecahkan ratusan soal matematika lama, termasuk Navier-Stokes Millennium Prize Problem. Para peserta meminta agar solusi-solusi itu tidak sekadar diunggah ke blog atau di-tweet, melainkan dipublikasikan lewat makalah ilmiah agar komunitas dapat menyerap dan memanfaatkan hasilnya. "Rupanya, masukan itu diabaikan," kata matematikawan Northwestern University, Bryna Kra, kepada WIRED.
OpenAI dilaporkan tetap berencana merilis ratusan hasil tersebut di GitHub. Juru bicara OpenAI, Lindsay McCallum, menyatakan perusahaan "belum menetapkan waktu rilis" dan mengklaim tengah mengacu pada rekomendasi dari Advisory Group on Mathematics and Artificial Intelligence di Institute for Advanced Study.
Kasus paling memanas terjadi September lalu, ketika OpenAI mengerahkan ribuan agen AI untuk memecahkan Millennium Prize Problem setelah mendengar "rumor" pihak lain hampir mencapai solusi. Matematikawan NYU Tristan Buckmaster menuduh OpenAI melakukan front-running atas karyanya yang dikerjakan bersama karyawan Anthropic, Levent Alpöge. Buckmaster mengklaim peneliti OpenAI, Sébastien Bubeck, sempat mengisyaratkan agar Alpöge dikeluarkan dari kredit makalah. Sejumlah matematikawan menyebut ada "persepsi perilaku seperti preman" dari perusahaan-perusahaan AI besar.