90% Pengguna VMware Cari Alternatif Akibat Biaya Lisensi

Judul asli: Licensing costs driving 90 percent of VMware users to explore options: Survey

Mengapa Ini Penting

Pergeseran massal dari VMware membuka peluang besar bagi vendor virtualisasi alternatif.

Survei Rimini Street terhadap 300 organisasi global: 90% pengguna VMware aktif mencari alternatif karena lonjakan biaya lisensi pasca akuisisi Broadcom.

Rimini Street menerbitkan '2026 IT Virtualization Survey – What's Next for VMware Users' yang melibatkan 300 organisasi di seluruh dunia. Survei dijalankan oleh Unisphere Research, pihak ketiga yang independen. Hasilnya: 90% responden mengeksplorasi alternatif VMware akibat kenaikan biaya lisensi, sementara 54% menyebut penghapusan dukungan lisensi perpetual oleh Broadcom sebagai pemicu utama. Sejak Broadcom mengambil alih VMware, sejumlah pelanggan melaporkan biaya melonjak hingga 1.000%, dengan banyak lainnya mencatat kenaikan 100–300%. Sebanyak 73% responden menjadikan penghematan biaya sebagai prioritas utama dalam peta jalan virtualisasi mereka. Hambatan terbesar yang dihadapi adalah kompleksitas operasional (40%), tantangan manajemen multi-vendor (38%), keamanan attack surface yang meluas (37%), dan kebutuhan keahlian tim (37%). Rimini menyatakan organisasi-organisasi ini 'mencari cara untuk mengurangi risiko dan menghindari gangguan yang tidak perlu.' Sebanyak 60% responden mempertimbangkan strategi multi-hypervisor, 47% melirik lingkungan hybrid yang menggabungkan hypervisor dan container, dan 48% tidak berencana memindahkan aset ke Cloud Foundation milik VMware.

Sumber

arstechnica.com — Baca artikel asli →