Meta Muse Belum Guncang Bisnis Meski Jadi Sorotan

Judul asli: Meta’s Muse Could Upend All Kinds of Businesses. It Hasn’t Yet

Mengapa Ini Penting

Kesenjangan antara klaim Meta dan data industri menguji seberapa jauh agen AI benar-benar mengubah perilaku belanja konsumen.

Meta klaim 10 juta pengguna aktifkan Muse di AS dan Kanada, tapi puluhan perusahaan laporkan transaksi dari agen AI ini masih sangat kecil per Oktober 2026.

Meta menyebut Muse, agen AI yang memungkinkan pengguna mengotomasi berbagai tugas online termasuk belanja, kini digunakan lebih dari 10 juta orang di AS dan Kanada. CEO Mark Zuckerberg mengklaim lebih dari 25 persen penggunanya memanfaatkan Muse untuk belanja—melampaui ekspektasi internal Meta—dengan rata-rata pembelian di atas $200.

Namun realita di lapangan berbeda. Dari sekitar 50 perusahaan yang diwawancara Wired dan dianalisis dari earnings call, hampir semua melaporkan dampak yang amat minim. DoorDash menyebut pesanan dari Muse dan agen sejenis masih dalam hitungan "ratusan." T-Mobile menyatakan belum melihat "hal yang signifikan." Hilton menyebut pemesanan hotel via agen sebagai "tidak berarti," sementara Ally Financial mencatat aktivitas "sangat rendah" dan eBay menyebutnya "sangat, sangat kecil."

Kekhawatiran Wall Street bahwa agen belanja proaktif akan mengikis loyalitas merek dan memicu perang harga tampaknya belum terbukti. Life Time Group bahkan melaporkan "nol" pembatalan langganan yang berasal dari agen AI.

Meski begitu, beberapa perusahaan mulai bersiap. Chipotle mengungkap bahwa Muse sempat kesulitan menyelesaikan transaksi akibat masalah teknis pada diskon loyalitas dan pemesanan di luar jam operasional. Kenaikan pesanan berbasis agen hanya satu digit persen, namun mendorong tim digital Chipotle membenahi kode website mereka. Costco dan Extra Space Storage juga mencatat lonjakan penjualan dari chatbot AI seperti Gemini dan ChatGPT seiring optimasi konten digital mereka.

Sumber

wired.com — Baca artikel asli →