Zuckerberg Siapkan Saham Non-Voting untuk Hadapi Pajak Miliarder
Judul asli: Mark Zuckerberg’s creative plan to pay California’s proposed billionaire tax without losing control of Meta
Mengapa Ini Penting
Kasus ini memperlihatkan bagaimana struktur saham ganda memberi pendiri perusahaan publik perlindungan terhadap kebijakan fiskal.
Meta menerbitkan saham kelas C tanpa hak suara, memungkinkan Zuckerberg menjual hingga 20% saham tersebut untuk bayar pajak kekayaan California tanpa kehilangan kendali voting.
Dalam earnings call Meta pada Rabu, perusahaan mengumumkan dewan direksi telah menyetujui kelas saham baru bernama Class C common stock — saham yang memberikan kepemilikan ekonomis tapi nol hak suara. Kebijakan ini berlaku mulai Januari 2027.
Meta menyatakan saham ini akan dipakai untuk penggalangan modal, kompensasi karyawan, dan akuisisi — termasuk investasi besar di bidang AI. Namun New York Times melaporkan ada motif lain: membantu Zuckerberg membayar pajak miliarder California (Proposisi 40) tanpa melepas kontrol voting-nya yang kini mencapai sekitar 60%.
Proposisi 40, yang dirancang oleh profesor hukum pajak UC Berkeley dan disponsori serikat pekerja kesehatan terbesar California (SEIU United Healthcare Workers West), akan memungut pajak kekayaan satu kali sebesar 5% dari kekayaan bersih ratusan miliarder yang tinggal di negara bagian itu. Pendukungnya memperkirakan kebijakan ini bisa menghasilkan hingga $100 miliar selama lima tahun.
Berdasarkan dokumen SEC yang diajukan Meta, Zuckerberg sudah mendiskusikan pajak ini dengan dewan sejak Juli. Menurut Times, ia bahkan sempat mengancam akan menjual propertinya di Palo Alto jika dewan tak menemukan solusi. Tak lama setelah itu, rencana saham kelas C pun terbentuk.
Skemanya: setiap pemegang saham kelas A atau B mendapat satu saham kelas C sebagai dividen, setara split 2-for-1. Zuckerberg sendiri diizinkan menjual hingga 20% dari saham kelas C yang diterimanya — setara 10% dari total kepemilikan ekonomisnya — untuk keperluan apapun, termasuk membayar pajak.