FTL: OS Baru untuk Komputasi Awan
Judul asli: FTL: A new operating system for clouds
Mengapa Ini Penting
Desain userspace OS bisa mengubah cara industri mengelola keamanan dan fleksibilitas container cloud.
FTL, sistem operasi baru berbasis userspace OS untuk cloud, kini tersedia di GitHub dengan kompatibilitas biner Linux dan isolasi container setara VM.
FTL adalah sistem operasi eksperimental yang dirancang khusus untuk lingkungan cloud. Prinsip utamanya: OS dibangun sebagai library, bukan sebagai kernel monolitik tradisional. Setiap container menjalankan instance "userspace OS" tersendiri — sebuah shared library yang mengimplementasikan konsep-konsep inti seperti Linux process, VFS, dan TCP/IP. FTL Kernel sendiri hanya menyediakan antarmuka minimal (vCPU, memori, driver) layaknya hypervisor ringan berbasis hardware-based isolation di user mode.
Pendekatannya mengklaim menggabungkan keunggulan microkernel (fleksibel dan aman) dengan kernel monolitik (performa tinggi dan sederhana). Kompatibilitas biner Linux memungkinkan aplikasi seperti HTTP server berbasis Rust berjalan langsung di atas FTL tanpa modifikasi. Selain itu, pengembang bisa membangun aplikasi ala Unikernel tanpa abstraksi POSIX.
Roadmap proyek ini: versi v0.0.1 sudah rilis (September 2025) dengan dukungan HTTP server Linux sederhana, v0.1.0 mendukung async Rust dengan Linux threads dan epoll. Target berikutnya: filesystem (November), dukungan Node.js dan Go (Desember), lalu SMP, container images, dan Arm 64-bit pada Januari 2027.