AI Ikis Aturan Tak Tertulis VC soal Saingan
Judul asli: Even Benchmark thinks AI is eroding the venture pact against backing rivals
Mengapa Ini Penting
Erosi norma anti-konflik bisa mengubah struktur kepercayaan antara VC dan founder secara fundamental.
Partner Benchmark akui di TechCrunch Disrupt 2026 bahwa boom AI memaksa firma VC mendanai perusahaan yang saling bersaing, meruntuhkan norma lama industri.
Selama puluhan tahun, aturan tak tertulis di dunia venture capital melarang satu firma mendanai dua perusahaan yang bersaing langsung. Namun kini, para partner Benchmark secara terbuka mengakui norma itu kian aus.
Kasus paling mencolok: Factory, startup agen AI untuk penulisan kode, memecat board observer Chris Degnan atas tuduhan 'perilaku tidak etis yang melibatkan Cognition' — rival langsung sekaligus pembuat agen coding Devin. CEO Factory menuding Degnan membahas peluang kerja di Cognition saat masih memiliki akses ke diskusi board-level. Degnan membantah berbagi informasi rahasia dan menyatakan ia telah mengundurkan diri lebih dulu. Ia kemudian bergabung ke Cognition sebagai Chief Revenue Officer. Khosla Ventures mendanai kedua perusahaan itu.
Eric Vishria dari Benchmark berkata, 'Kenyataan pahitnya adalah setiap perusahaan berkembang sangat cepat — konflik akan terjadi, itu realitas saat ini.' Ia menegaskan Benchmark tetap menjaga kerahasiaan setiap founder. Chetan Puttagunta menambahkan, saat biaya membangun software 'efektif mendekati nol,' para founder menjadi semakin ambisius dan cenderung merangsek ke wilayah satu sama lain. Peter Fenton menyebut isu ini sebagai 'kriptonit' dan masalah terberat firma mereka.