Mesin Jet Bekas Jadi Solusi Listrik Data Center AI
Judul asli: Data centers are turning to old jet engines as the wait for power grows
Mengapa Ini Penting
Krisis pasokan listrik kini secara nyata memperlambat ekspansi infrastruktur AI global.
Data center AI beralih ke mesin jet bekas yang dikonversi sebagai sumber listrik mandiri, karena antrean koneksi jaringan listrik bisa memakan waktu hingga 7 tahun.
Sejumlah operator data center AI kini menggunakan mesin jet bekas dari pesawat pensiun yang dimodifikasi untuk membakar gas alam sebagai pembangkit listrik mandiri. Langkah ini dipicu oleh antrean panjang koneksi jaringan listrik — di Northern Virginia saja, menambah 100 megawatt ke jaringan membutuhkan sekitar tujuh tahun menurut International Energy Agency.
Menurut analis Rystad Energy, Audun Martinsen, daya tarik utama solusi ini adalah kecepatan: data center bisa beroperasi dalam 24 bulan menggunakan unit berbasis mesin jet. Sebagai perbandingan, sebagian besar kapasitas pembangkit konvensional baru diperkirakan tersedia pada 2031.
xAI milik Elon Musk tercatat sudah memasang delapan unit turbin konversi mesin jet di Mississippi untuk mendukung data center Colossus 2 di Memphis. Mesin-mesin tersebut berasal dari ProEnergy, yang merekondisi mesin GE yang umum digunakan pada pesawat Boeing. OpenAI mengikuti langkah serupa pada 2025 di lokasi Stargate pertamanya di Abilene, Texas. Startup Crusoe yang membangun kampus Abilene itu memesan 13 unit dari ProEnergy pada April lalu.
Namun solusi ini bukan tanpa kelemahan. Mesin jet konversi lebih boros dan menghasilkan polusi lebih banyak dibanding turbin pembangkit konvensional. Pemerintahan Trump turut mendorong data center untuk membangkitkan listrik sendiri, menambah tekanan pada pasokan energi.