Pusat Data Jadi Isu Pemilu Paruh Waktu AS
Judul asli: Data centers are now a midterm issue, even in Brooklyn
Mengapa Ini Penting
Perlawanan komunitas kini mengancam ratusan miliar dolar investasi infrastruktur AI global.
Hampir $200 miliar proyek pusat data tertunda di AS akibat penolakan komunitas dan politik pada paruh pertama 2026, menjadi isu panas menjelang pemilu 3 November.
Data center dan AI kini bukan sekadar urusan industri teknologi — keduanya sudah masuk ke arena politik. Laporan terbaru Data Center Watch mencatat hampir $200 miliar proyek pusat data tertunda, mandek, atau diblokir dalam paruh pertama 2026 akibat perlawanan dari komunitas dan tekanan politik. Negara bagian seperti Pennsylvania, Georgia, Texas, New York, dan Virginia tengah mempertimbangkan aturan lebih ketat soal pembangunan pusat data. Virginia sendiri, yang sudah dijuluki 'ibu kota pusat data dunia', memiliki ratusan pusat data baru yang direncanakan. Di sebuah acara media bertema pemilu paruh waktu di Brooklyn, anggota Dewan Kota New York Chi Ossé menyatakan para CEO teknologi yang berbicara soal teknologi berpotensi 'menghapus 10% peradaban manusia' seharusnya dipanggil bersaksi di hadapan Kongres. Ossé menekankan perlunya akuntabilitas lebih besar bagi eksekutif teknologi dan pajak lebih tinggi bagi miliarder seperti Elon Musk. Suasana malam itu, menurut reporter TechCrunch Dominic-Madori Davis yang memandu panel, mencerminkan jurang yang makin lebar antara komunitas teknologi dan publik umum.