CedarDB: Satu Database untuk Transaksi dan Analitik
Judul asli: CedarDB wants one database to handle both transactions and analytics, as AI agents raise the stakes
Mengapa Ini Penting
Segmen HTAP (Hybrid Transactional/Analytical Processing) makin panas seiring tuntutan AI agentic.
Startup asal Munich, CedarDB, umumkan ketersediaan terbatas CedarDB Cloud di TechCrunch Disrupt 2026, menawarkan satu database engine untuk transaksi dan analitik sekaligus.
CedarDB, spinout dari Technical University of Munich, hadir dengan pendekatan yang tidak lazim: satu database engine untuk menangani query operasional dan analitik secara bersamaan. Perusahaan ini lahir dari Umbra, proyek riset yang dirancang dari nol untuk mengalahkan database engine lawas dalam kecepatan pemrosesan dengan memanfaatkan hardware modern secara optimal.
Lima peneliti Umbra menjadi co-founder CedarDB. CEO Moritz Sichert menyebut relevansi produk mereka meningkat seiring maraknya AI agentic — perusahaan enterprise yang datanya tersimpan rapi dalam database transaksional kini kewalahan menjawab pertanyaan analitik berbahasa alami secara cepat.
Salah satu keputusan kunci adalah kompatibilitas penuh dengan PostgreSQL, sehingga pengguna tidak perlu membangun ulang aplikasi mereka. Keuntungan sampingan: LLM pun lebih familiar dengan logika PostgreSQL berkat data pelatihan mereka.
Mei tahun lalu, CedarDB mengumumkan pendanaan seed senilai €5,3 juta (sekitar $6 juta) bersama dua produk: CedarDB Enterprise (on-premise) dan CedarDB Community Edition (gratis). CedarDB Cloud kini memasuki ketersediaan terbatas, dengan versi fully managed yang diharapkan memperluas basis pengguna melampaui enterprise besar.