JPEG XL Hadir di Semua Browser, Tapi AVIF Masih Unggul

Judul asli: JPEG XL vs. AVIF for web use-cases

Mengapa Ini Penting

Format gambar web langsung mempengaruhi performa situs dan bandwidth pengguna global.

Jake Archibald membandingkan JPEG XL dan AVIF setelah JPEG XL kini didukung semua browser utama. Hasilnya: AVIF masih lebih efisien di hampir semua skenario web.

Setelah JPEG XL akhirnya mendarat di semua browser utama, pengembang web Jake Archibald merilis analisis mendalam yang membandingkan kedua format secara langsung dengan benchmark dan contoh gambar nyata.

Untuk foto lossy, AVIF hampir selalu menghasilkan file lebih kecil. Pada pengaturan effort default, JPEG XL rata-rata 15–25% lebih besar dari AVIF. Di effort maksimum, selisihnya menyempit menjadi 6–20%. Untuk screenshot dan ilustrasi, AVIF jauh lebih unggul—JPEG XL bisa 30–90% lebih besar pada effort default.

Encoder juga berpengaruh besar. jixel, encoder JPEG XL yang lebih baru, umumnya menghasilkan file lebih kecil dibanding libjxl, kecuali pada gambar dengan transparansi. Justru di sini AVIF lebih dominan: versi libjxl 31–44% lebih besar, sedangkan jixel mengkodekan transparansi secara lossless sehingga filenya bisa 2–3x lebih besar dari AVIF.

Dari sisi kecepatan, AVIF lebih cepat di-decode—JPEG XL butuh waktu 2–3x lebih lama pada kualitas menengah. Untuk HDR, JPEG XL belum mendukung gain maps di browser, menjadi keterbatasan signifikan. Archibald juga menyoroti bahwa progressive rendering kini mulai tersedia di AVIF, meski baru di Chrome.

Sumber

jakearchibald.com — Baca artikel asli →