AI Mulai Kuasai Bidang Sains Teoritis
Judul asli: AI Came for Math. Now It’s Chasing the Rest of Science
Mengapa Ini Penting
Lompatan AI dari 2% ke 35% menandai pergeseran riset teoritis sains secara mendasar.
Riset MIT: model AI terbaik kini mampu selesaikan 35% soal teoritis di fisika, ekonomi, dan kosmologi—naik dari 2% pada mid-2024.
Peneliti MIT Neil Thompson bersama Gabriel Manso dan Claudio Mayrink Verdun menerbitkan studi yang menguji kemampuan enam model OpenAI—o1, o3, GPT-5, GPT-5.1, GPT-5.4, dan GPT-5.5—terhadap soal-soal teoritis dari makalah yang diterbitkan antara Desember 2025 hingga Mei 2026. Kunci metodologinya ketat: solusi yang dijadikan acuan berasal dari makalah yang terbit setelah batas pelatihan model, sehingga AI benar-benar harus memecahkan masalah sendiri. Akses internet pun diblokir. Hasilnya mencolok—dalam dua tahun, tingkat keberhasilan model terbaik melompat dari sekitar 2% menjadi 35% di bidang probabilitas, teori statistik, teori ekonomi, fisika energi tinggi, gravitasi, kosmologi, dan fisika kuantum. "Dalam beberapa tahun ke depan, kami perkirakan banyak pertanyaan teori akan sepenuhnya berubah dalam hal kemampuan AI menyelesaikannya," kata Thompson. Studi ini muncul di tengah guncangan di dunia matematika setelah OpenAI September lalu mengumumkan model yang belum dirilis berhasil memecahkan tantangan besar Navier-Stokes. Kontroversi memuncak ketika seorang matematikawan NYU menuduh OpenAI mendahului mereka setelah mengetahui progres riset mereka. Sejak itu, ratusan masalah matematika lama diklaim terpecahkan oleh AI, memicu seruan sebagian matematikawan agar penggunaan AI dibatasi.