Claude ungkap asal-usul kurva ECDSA NIST

Judul asli: Claude reveals ECDSA curve origins

Mengapa Ini Penting

Temuan ini menutup keraguan lama soal integritas standar kriptografi paling banyak dipakai dunia.

Claude milik Anthropic memecahkan misteri 26 tahun: benih kurva NIST P-256 dan empat kurva ECDSA lainnya ternyata berasal dari generator angka acak lrand48 dengan Unix timestamp, bukan frasa humor seperti yang diduga.

Selama lebih dari dua dekade, komunitas kriptografi mempertanyakan asal-usul parameter 'seed' pada kurva eliptik standar NIST — termasuk P-192, P-224, P-256, P-384, dan P-521 — yang diberikan oleh NSA tanpa penjelasan apapun. Misteri ini memicu spekulasi soal kemungkinan backdoor yang disengaja.

Pada Oktober 2026, seorang karyawan Anthropic meminta model riset internal untuk menyelidiki asal kurva tersebut tanpa petunjuk apapun. Dalam waktu kurang dari 30 menit, Claude berhasil menemukannya. Seed tidak berasal dari algoritma hash manapun, melainkan output dari fungsi lrand48 — generator angka acak pustaka C — yang diinisialisasi dengan Unix timestamp.

Metodenya sederhana: setiap iterasi mengambil 20 byte dari RNG. Untuk kurva P-256, misalnya, dibutuhkan 1.842 iterasi sebelum menghasilkan seed yang distandarisasi. Jerry Solinas, mantan karyawan NSA yang diduga membuat seed ini, meninggal pada 2023 dan tidak meninggalkan dokumentasi. Rekannya, Bob Reiter, juga tidak mengingat detailnya.

Anthropicmenegaskan temuan ini bukan merupakan serangan kriptografis baru. Sebaliknya, metode pemilihan yang sangat sederhana justru memperkuat keyakinan bahwa kurva dipilih tanpa backdoor yang disengaja.

Sumber

anthropic.com — Baca artikel asli →