Iklan di Chatbot AI: Apa yang Berhasil dan Gagal

Judul asli: Ads in Chatbots Have Arrived. Here’s What’s Working—and What’s Not

Mengapa Ini Penting

Iklan di chatbot bisa jadi penopang utama viabilitas platform AI niche yang kekurangan modal ventura.

OpenAI raih 100.000+ pengiklan di ChatGPT sejak Februari. Google perluas iklan AI Mode ke 10 negara. Anthropic tetap menolak iklan di Claude usai IPO senilai $112 miliar.

Sementara Anthropic berpegang pada janji bebas iklan untuk Claude — bahkan filing IPO mereka tidak menyebut iklan sebagai sumber pendapatan — sisa industri chatbot bergerak cepat memonetisasi percakapan AI. OpenAI sudah menggaet lebih dari 100.000 pengiklan di ChatGPT sejak iklan diluncurkan Februari lalu. Google pekan lalu memperluas iklan di AI Mode ke 10 negara tambahan, mengklaim pengguna "menganggapnya sangat relevan."

Startup adtech Koah Labs, berbasis di San Francisco, kini melayani iklan di lebih dari 200 aplikasi AI seperti DeepAI dan Liner, bekerja sama dengan merek seperti Hims dan UrbanStems. Meski basis pengiklannya baru sepersepuluh dari OpenAI, CEO Nic Baird menyebut iklan yang sebagian dibuat oleh AI menghasilkan klik dua kali lipat dibanding iklan buatan manusia sepenuhnya. Ia menduga teks buatan AI terasa lebih organik di samping respons model AI.

Namun ada hambatan: perusahaan farmasi dan industri teregulasi ketat harus mempertahankan kontrol manusia atas konten iklan mereka, menghasilkan performa lebih lemah. Koah juga memanfaatkan konteks percakapan penuh — bukan sekadar prompt tunggal — untuk memilih dan menyesuaikan iklan, berbeda dari pendekatan Google Search konvensional.

Sumber

wired.com — Baca artikel asli →