Siapa yang Benar-Benar Berkuasa di Anthropic Pasca IPO?

Judul asli: Who’s really in charge at Anthropic after the IPO?

Mengapa Ini Penting

Struktur ini menjadi preseden baru kontrol pendiri di era AI, melampaui model Zuckerberg atau Musk.

Anthropic menjelang IPO dengan struktur tata kelola berlapis: Long-Term Benefit Trust, tujuh pendiri, dan dewan direksi — sementara pemegang saham publik nyaris tak punya suara.

Anthropic, perusahaan AI yang berdiri sejak 2021 dengan misi keselamatan AI jangka panjang, sedang mendekati initial public offering (IPO). Namun calon investor publik perlu tahu: membeli sahamnya bukan berarti ikut berkuasa.

Perusahaan ini memakai struktur tata kelola berlapis. Pertama, Anthropic berstatus public benefit company — perusahaan nirlaba-plus-profit yang secara hukum boleh memprioritaskan misi publik di atas keuntungan pemegang saham.

Kedua, sebagian besar kendali dewan direksi diserahkan ke Long-Term Benefit Trust (LTBT), sebuah panel independen yang memiliki kelas saham khusus untuk memilih dan memecat mayoritas anggota dewan. LTBT diketuai Neil Shah dari GiveWell, dengan anggota termasuk mantan Ketua Federal Reserve Ben Bernanke dan fisikawan Harvard Christopher Stubbs.

Ketiga, tujuh pendiri Anthropic memegang kelas saham tersendiri yang memberi mereka 50,1% hak suara pemegang saham — cukup untuk memilih tiga anggota dewan. Dewan saat ini diketuai Presiden Daniela Amodei, dengan CEO Dario Amodei (saudaranya), Reed Hastings, Christopher Liddell, Vas Narasimhan, dan Yasmin Razavi sebagai anggota.

Satu mekanisme keseimbangan tetap ada: dewan bisa menolak keputusan LTBT untuk direktur tertentu, dan melempar keputusan itu ke vote karyawan.

Sumber

techcrunch.com — Baca artikel asli →