AS Peringatkan 'Ekstremisme Anti-Teknologi' Saat Kebencian AI Meningkat

Judul asli: US Law Enforcement Warns of ‘Anti-Tech Extremism’ as AI Hatred Grows

Mengapa Ini Penting

Menunjukkan pergeseran kebijakan keamanan AS untuk mengawasi resistensi terhadap adopsi AI dan teknologi

Badan intelijen federal AS mengeluarkan peringatan soal kategori ancaman baru 'ekstremisme anti-teknologi' setelah serangan terhadap CEO dan protes data center meningkat. Lebih dari 1.000 halaman dokumen rahasia menunjukkan pergeseran pengawasan domestik.

Dokumen yang diperoleh WIRED dari Department of Homeland Security, FBI, dan fusion centers menunjukkan upaya pengawasan baru terhadap aktivitas 'anti-teknologi ekstremis'. Laporan New York Intelligence and Counterterrorism Bureau memperingatkan 'atmosfer kacau akibat teknologi AI yang muncul dalam lima tahun ke depan dapat memicu protes besar-besaran yang berkembang menjadi kerusuhan sipil dan aktivitas ekstremis kekerasan anti-teknologi'. Istilah 'ekstremisme kekerasan anti-teknologi' tidak muncul dalam laporan ekstremisme domestik DHS atau FBI sebelumnya. Upaya ini mengikuti National Security Presidential Memo 7 Presiden Trump yang menargetkan siapa pun dengan keyakinan 'anti-Amerika', 'anti-Kristen', dan 'anti-kapitalisme'.

Sumber

wired.com — Baca artikel asli →