Palantir Desak AS Terapkan Wajib Militer Universal
Judul asli: US draft update: Major tech company [Palantir] urges universal national service
Mengapa Ini Penting
Menunjukkan pengaruh perusahaan teknologi pertahanan dalam kebijakan militer AS
Palantir Technologies mendesak pemerintah AS menerapkan wajib militer universal melalui postingan X, memicu kontroversi di tengah perang Iran yang telah berlangsung 7 minggu sejak serangan AS-Israel 28 Februari.
Perusahaan teknologi data analytics Palantir Technologies memicu perdebatan setelah mendesak pemerintah federal AS menerapkan sistem wajib militer universal melalui postingan X. Dalam postingannya, perusahaan yang didirikan 2003 ini menyatakan "wajib militer harus menjadi kewajiban universal" dan AS harus mempertimbangkan beralih dari sistem sukarela. Palantir dikenal memiliki kontrak besar Pentagon termasuk Project Maven untuk targeting dan surveillance berbasis AI. Desakan ini muncul di tengah perang Iran yang memasuki minggu ketujuh, dimulai dari serangan AS-Israel 28 Februari yang memicu eskalasi regional. Presiden Trump berulang kali mengancam Iran dengan konsekuensi berat jika menolak perdamaian.