Metode Baru Pembobol RSA Tanpa Faktorisasi

Judul asli: There's a new way to break RSA that's faster than anything we've seen before

Mengapa Ini Penting

Mengubah asumsi fundamental keamanan RSA yang berlaku selama dekade.

Peneliti menemukan metode baru pembobol RSA berbasis komputasi klasik tanpa faktorisasi. Kunci 1024-bit berhasil dibobol dalam beberapa bulan menggunakan cluster CPU akademik.

Selama ini, kriptografer percaya satu-satunya cara membobol RSA adalah dengan memfaktorkan bilangan bulat besar — proses yang membutuhkan sumber daya setara puluhan juta dolar. Penelitian baru yang melibatkan Nadia Heninger dari UC San Diego membalikkan asumsi itu.

Tim peneliti memperkenalkan serangan 'signature forgery': memalsukan tanda tangan digital RSA tanpa harus menghitung kunci privat terlebih dahulu. Untuk kunci 1024-bit, serangan ini sudah sepenuhnya praktis menggunakan cluster CPU akademik biasa — jauh lebih terjangkau dibanding estimasi biaya faktorisasi sebelumnya.

Lebih mengkhawatirkan, metode ini menurunkan tingkat keamanan kunci RSA ke level yang tidak dapat diterima. NSA, NIST, dan ENISA mensyaratkan minimum 128 bit keamanan. Serangan ini menekan kunci 2048-bit ke 2^90 dan kunci 4096-bit ke 2^119 — keduanya di bawah ambang batas aman. Tim bahkan mengerjakan semua kode secara manual tanpa GPU atau AI, sehingga angka tersebut bisa turun lebih jauh.

Satu catatan penting: serangan hanya berlaku pada implementasi RSA blind-signature. RSA dengan padding PKCS atau PSS — yang digunakan mayoritas sistem saat ini — masih aman. Karsten Nohl dari Allurity menyebut ini "terobosan konseptual" jika lolos peer review.

Sumber

arstechnica.com — Baca artikel asli →