CEO Paragon Akui Tak Bisa Pantau Penyalahgunaan Spyware

Judul asli: The Secrets of the US Spyware King

Mengapa Ini Penting

Pengakuan ini memperlihatkan celah pengawasan serius di industri spyware komersial AS.

CEO Paragon Solutions Andrew Boyd mengaku perusahaan tidak memiliki cara teknis untuk mendeteksi penyalahgunaan spyware Graphite oleh pelanggan, termasuk kasus infeksi 60+ ponsel di 20+ negara.

Paragon Solutions, produsen spyware asal Israel yang kini dimiliki perusahaan ekuitas AS AE Industrial Partners sejak Desember 2024, menghadapi sorotan tajam setelah CEO-nya Andrew Boyd berbicara terbuka kepada WIRED. Boyd mengakui Paragon tidak memiliki kemampuan teknis untuk memantau siapa yang dijadikan target oleh pelanggan, maupun data apa yang diekstrak dari perangkat korban.

Awal 2025, WhatsApp menuduh spyware Graphite milik Paragon menginfeksi lebih dari 60 individu di lebih dari 20 negara, termasuk jurnalis dan aktivis. Citizen Lab dari Universitas Toronto mengidentifikasi dua jurnalis dan dua aktivis di Italia. Merespons tuduhan itu, Paragon langsung memutus dua kontrak dengan badan intelijen domestik dan luar negeri Italia — bukan berdasarkan hasil investigasi, melainkan semata karena hubungan itu "tidak sepadan dari sisi risiko," kata Boyd.

Paragon juga tidak memiliki kill switch untuk menonaktifkan pelanggan yang melanggar aturan. Satu-satunya mekanisme sanksi adalah menghentikan dukungan teknis dan pembaruan sistem. Namun Boyd menegaskan pembaruan itu sangat krusial: tanpa update rutin, sistem akan lumpuh dalam sekitar 12 jam. "Things start falling apart quite quickly," ujarnya. Perusahaan juga tidak menindaklanjuti informasi dari WhatsApp maupun Citizen Lab untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan di negara-negara lain.

Sumber

wired.com — Baca artikel asli →