Pemilih AS Tolak Data Center di Pemilu 2026

Judul asli: The Results Are In: Voters Hate Data Centers

Mengapa Ini Penting

Sentimen anti-data center bisa hambat ekspansi infrastruktur AI di AS secara signifikan.

Pemilu tengah periode AS 2026 jadi pukulan telak bagi industri data center: kandidat anti-data center menang di Ohio, New Hampshire, Texas, dan Georgia.

Pemilu tengah periode Amerika Serikat 2026 mencatat kekalahan beruntun bagi kandidat yang didukung industri data center. Di Ohio, Sherrod Brown dari Partai Demokrat berhasil merebut kursi Senat setelah berbulan-bulan menayangkan iklan yang menyebut lawannya sebagai 'wajah data center Ohio'. Di New Hampshire, Chris Pappas—yang akan menjadi senator pria gay pertama AS—menyebut penentangannya terhadap data center dalam pidato kemenangan dan disambut sorak-sorai massa.

Survei NBC News mencatat hampir seperempat pemilih menyebut isu data center 'sangat menentukan' pilihan mereka, sementara hampir dua pertiga menyebutnya sebagai faktor mayor atau minor. Kejutan terbesar datang dari pemilihan gubernur: Keisha Lance Bottoms di Georgia dan Gina Hinojosa di Texas terpilih setelah berkampanye mendukung moratorium data center—langkah yang bisa menghambat ratusan proyek di dua negara bagian terbesar untuk pengembangan data center ini.

Strategis Demokrat Alexander McCoy menilai pemilih mengaitkan data center langsung dengan AI: 'Anda bisa mengatasi semua kekhawatiran soal energi, kebisingan, atau polusi—namun kekhawatiran terhadap apa yang diaktifkan proyek ini tetap ada.' McCoy memprediksi pencabutan insentif pajak dan pengawasan regulasi lingkungan yang lebih ketat.

Sumber

wired.com — Baca artikel asli →