Safari 27.3 Hadirkan Adaptive Dark Mode Otomatis

Judul asli: Safari introduces Adaptive Dark Mode in 27.3

Mengapa Ini Penting

Fitur ini menyentuh 40% pengguna yang selama ini terpaksa menatap layar terang.

Apple meluncurkan Adaptive Dark Mode di Safari 27.3 beta, mengubah tampilan situs terang menjadi gelap secara otomatis bagi pengguna dark mode.

Safari 27.3 beta memperkenalkan fitur Adaptive Dark Mode yang secara otomatis mengadaptasi situs web berlatar terang menjadi tampilan gelap. Fitur ini hadir untuk menjawab kesenjangan yang mencolok: sekitar 40% pemuatan halaman web dilakukan oleh pengguna dark mode, namun hanya 10% halaman yang benar-benar mendukungnya.

Cara kerjanya: Safari menganalisis halaman, memeriksa warna dominan, lalu memutuskan apakah perlu melakukan transformasi. Situs yang sudah mendeklarasikan dukungan dark mode lewat meta tag color-scheme atau CSS tidak akan diubah sama sekali. Untuk situs lainnya, Safari menginversi luminositas warna sambil mempertahankan hue — targetnya adalah rasio kontras WCAG 4.5:1.

Transformasi mencakup background, teks, gradien CSS, hingga ikon SVG. Gambar bitmap hanya diinversi bila terdeteksi sebagai logo hitam-putih sederhana. Konten canvas dibiarkan utuh karena terlalu beragam untuk diprediksi. Efek seperti mask dan mix-blend-mode juga bisa dinonaktifkan bila berpotensi menghasilkan tampilan buruk.

Fitur ini dibangun langsung dalam mesin WebKit, yang menurut tim Safari memungkinkan transformasi berlangsung cepat, hemat daya, dan tetap menjaga privasi pengguna. Untuk mencobanya, pengguna perlu mengaktifkan dark mode di tingkat sistem, lalu Safari akan menawarkan pratinjau saat membuka situs berlatar terang.

Sumber

webkit.org — Baca artikel asli →