AI Temukan Meteorit & Badak Hilang dari Arsip 400 Tahun
Judul asli: Pointing AI at archives found a forgotten meteorite, lost rhinos, and more
Mengapa Ini Penting
Membuktikan AI agent bisa membuka ulang riset sejarah ilmiah yang tertutup keterbatasan manusia.
Engineer Jesse Waites menggunakan AI agent untuk memindai 4,35 juta halaman arsip Dutch East India Company dan menemukan laporan meteorit, tiga badak, serta letusan gunung berapi yang tidak tercatat.
Terinspirasi dari tulisan sejarawan Benjamin Breen yang menemukan catatan saksi mata burung dodo menggunakan Claude Opus 5.5, software engineer Jesse Waites memutuskan melakukan hal serupa — tapi dalam skala lebih besar. Waites membangun pipeline riset otomatis bersama Claude Code, menggabungkan beberapa model AI untuk menyaring hasil dan mengotomatiskan langkah-langkah manual yang memakan waktu.
Sumber data yang digunakan mencakup arsip Dutch East India Company dari proyek GLOBALISE sebanyak 4,35 juta halaman, koran digital perpustakaan nasional Belanda, dua abad koran Amerika, dan beberapa log kapal. Waites memperkirakan jika dibaca manual dua menit per halaman, delapan jam sehari, waktu yang dibutuhkan mencapai 70 tahun. Lab AI rumahan miliknya menyelesaikan seluruh arsip dalam satu sesi semalam selama 12 jam.
Hasilnya: laporan meteorit yang terlupakan, tiga catatan badak yang hilang dari rekam jejak ilmiah, dan sejumlah letusan gunung berapi yang belum pernah didokumentasikan — termasuk petunjuk soal letusan besar 1808 yang lokasi sumbernya belum pernah diidentifikasi. Setiap temuan dikunci ke dokumen asli yang dapat diverifikasi publik di arsip resmi, bukan sekadar klaim model AI.