Karyawan Palantir Mulai Mempertanyakan Peran Perusahaan

Judul asli: Palantir Employees Are Starting to Wonder if They’re the Bad Guys

Mengapa Ini Penting

Menunjukkan tekanan internal pada perusahaan teknologi pertahanan utama AS

Karyawan Palantir mempertanyakan komitmen perusahaan terhadap kebebasan sipil setelah menjadi tulang punggung teknologi penegakan imigrasi Trump. Mantan karyawan menyebut ada "krisis identitas" di perusahaan analisis data milik Peter Thiel ini.

Berdasarkan wawancara dengan karyawan aktif dan mantan karyawan Palantir serta pesan Slack internal, perusahaan analisis data yang didirikan Peter Thiel ini menghadapi gejolak internal. Karyawan mempertanyakan peran perusahaan setelah menjadi tulang punggung teknologi penegakan imigrasi pemerintahan Trump kedua melalui software untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri. Seorang mantan karyawan menyatakan ada "krisis identitas" karena perusahaan yang awalnya didirikan untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan pasca 9/11 kini justru "memungkinkan" hal tersebut. Palantir, yang didirikan dengan investasi awal CIA, menjual software agregasi dan analisis data untuk bisnis hingga sistem penargetan militer AS. Juru bicara Palantir menyatakan perusahaan membanggakan budaya dialog internal yang sengit bahkan disagreement mengenai area kerja yang kompleks.

Sumber

wired.com — Baca artikel asli →