OpenAI Hadapi Masalah WebRTC untuk Aplikasi Voice AI

Judul asli: OpenAI's WebRTC problem

Mengapa Ini Penting

Menunjukkan tantangan teknis dalam pengembangan aplikasi AI conversational

Ahli WebRTC mengkritik OpenAI karena menggunakan teknologi WebRTC untuk aplikasi voice AI. WebRTC terlalu agresif menghilangkan paket audio dan tidak cocok untuk aplikasi AI yang memerlukan akurasi tinggi.

Seorang engineer berpengalaman yang pernah bekerja di Twitch dan Discord mengkritik keputusan OpenAI menggunakan WebRTC untuk aplikasi voice AI. WebRTC dirancang untuk konferensi real-time yang agresif menghilangkan paket audio saat kondisi jaringan buruk untuk menjaga latensi rendah. Namun untuk voice AI, pengguna lebih memilih menunggu 200ms tambahan agar prompt akurat daripada mendapat response yang salah akibat audio rusak. WebRTC juga tidak memiliki buffering dan merender berdasarkan waktu kedatangan paket, sehingga OpenAI harus menambahkan artificial latency namun tetap berisiko kehilangan paket audio. Engineer tersebut menyebut WebRTC terdiri dari 45 RFC sejak awal 2000an yang rumit diimplementasikan.

Sumber

moq.dev — Baca artikel asli →