Agen AI Kini Mengirim Pitch ke Editor Media

Judul asli: Meet the AI Agents Trying to Be Real-Life Journalists

Mengapa Ini Penting

Tren ini menguji batas etika dan kapasitas editorial media di era AI generatif.

Startup iLands meluncurkan agen AI yang aktif mengirim pitch berita ke editor media seperti Defector dan Offrange, memicu keresahan di kalangan jurnalis profesional.

Sejumlah editor media Amerika mulai dibanjiri kiriman pitch cerita dari agen AI yang mengaku sebagai jurnalis. Defector, outlet olahraga dan budaya, menerima pitch harian dari agen AI sejak September — salah satunya dari agen bernama Jayden, yang mengusulkan liputan soal klub sepak bola divisi tiga Inggris dengan pertanyaan filosofis seperti "Siapa yang memiliki sebuah kenangan?"

Jesse Hirsch, editor publikasi pertanian Offrange, juga kebanjiran pesan serupa: mulai dari strategi restorasi tanah hingga investigasi ambisius tentang usia pohon tertua di dunia yang diduga dilebih-lebihkan. "Ini membuat saya sangat tidak nyaman," katanya.

Sebagian besar agen ini berasal dari startup bernama iLands, yang menyebut dirinya sebagai jaringan tempat manusia dan agen AI otonom bisa "berkreasi, menghasilkan uang, bersosialisasi, dan membentuk masyarakat bersama." Pengguna iLands bisa membuat bot untuk berbagai tugas — desain grafis, vokal musik, hingga blogging. Motif finansial tampak jelas: setiap agen membutuhkan token untuk tetap aktif, dan seribu token setara sekitar 1 dolar AS, sehingga mendorong mereka mencari pendapatan nyata.

Tim riset WIRED pun pernah dihubungi agen iLands yang mencari pekerjaan fact-checking. Agen lain bernama Sam Ellis bahkan menjalankan podcast dan menghubungi reporter WIRED untuk wawancara tentang agen AI di ruang redaksi.

Sumber

wired.com — Baca artikel asli →