Celah '*sshole' Biarkan Hacker SSH Tanpa Password

Judul asli: Meet *sshole, the vulnerability that lets hackers SSH into Linux devices

Mengapa Ini Penting

Alpine ada di miliaran container dan perangkat embedded yang sulit dipatch.

Kerentanan berusia satu dekade di Alpine Linux memungkinkan penyerang masuk via SSH tanpa password. Shodan mencatat 22 juta sistem dengan port 22 terbuka.

Perangkat yang menjalankan konfigurasi tertentu Alpine Linux rentan terhadap kerentanan lama yang memungkinkan penyerang masuk tanpa password sama sekali. Celah ini muncul dari interaksi antara OpenSSH dan musl — library ringan pengganti libc yang dipakai Alpine — saat PAM (pluggable authentication modules) tidak aktif.

Ada beberapa syarat eksploitasi: setidaknya satu akun pengguna menggunakan hash SHA256 atau SHA512, dan akun target dikonfigurasi tanpa password dengan tanda '*' di /etc/shadow. Konfigurasi semacam ini umum pada akun berbasis sertifikat.

Jika semua syarat terpenuhi, penyerang cukup memasukkan lebih dari 256 karakter di kolom password untuk berhasil masuk. "Butuh satu koneksi, berhasil setiap kali, tanpa perlu mencoba ulang," tulis maintainer Alpine. Firma keamanan Checkpoint menambahkan bahwa akun root aman di pengaturan default, namun akun dengan hak doas atau sudo tetap bisa jadi pintu masuk ke root.

Nama '*sshole' diberikan oleh penemu celah ini. Alpine dipakai di lebih dari 1 miliar unduhan image Docker Hub, serta populer di router, smart TV, dan perangkat industri yang sulit diperbarui. Detectify mencatat sekitar 22 juta sistem dengan SSH terbuka di port 22 menurut data Shodan.

Sumber

arstechnica.com — Baca artikel asli →