Martin Fowler: Hindari 'LLM Voice' dalam Tulisan
Judul asli: LLM Voice
Mengapa Ini Penting
Perdebatan soal orisinalitas tulisan di era AI menyentuh kepercayaan pembaca terhadap konten digital.
Martin Fowler, arsitek perangkat lunak Thoughtworks, memperingatkan penulis agar tidak membiarkan LLM menulis draf tulisan karena menghasilkan gaya yang membuat pembaca enggan melanjutkan bacaan.
Dalam catatannya di martinfowler.com, Martin Fowler menggambarkan fenomena 'LLM Voice' — gaya prosa yang ia rasakan ketika membaca teks hasil generasi model bahasa besar. Ia menyebut sensasi ini sebagai 'uncanny valley of prose': ada sesuatu yang terasa asing meski sulit didefinisikan secara tepat.
Fowler skeptis terhadap alat pendeteksi teks AI, bukan hanya karena akurasinya diragukan, tapi karena menurutnya reaksi manusia terhadap LLM Voice sudah muncul sebelum alat itu sempat digunakan. Ia juga mengakui bias sendiri — ada konstruksi bahasa yang ia curigai sebagai buatan AI, tapi ternyata datang dari mulut manusia.
Sarannya tegas: jangan biarkan LLM menulis draf, bahkan yang akan disunting ulang. Menurutnya, LLM Voice sangat sulit dihilangkan setelah melekat. Ia juga memperingatkan bahwa menerima saran penyusunan ulang kalimat dari LLM pun berisiko. Penggunaan LLM untuk kerangka tulisan masih bisa ditoleransi, tapi hanya sebatas itu.
Fowler sendiri hanya memakai LLM sebagai alat pencarian — dan selalu memverifikasi informasi ke sumber asli. Di situsnya, ia mewajibkan pengungkapan jika AI digunakan dalam proses penulisan. Ia menutup dengan kekhawatiran lebih besar: jika orang mendelegasikan tulisan ke LLM, mereka juga mendelegasikan proses berpikir.