Cara Lawan 'Surveillance Pricing' Sebelum Menguras Dompet
Judul asli: How to Beat Surveillance Pricing Before It Bleeds You Dry
Mengapa Ini Penting
Surveillance pricing ancam daya beli konsumen di era algoritma dan AI generatif.
Buku 'Gouged' karya Lindsay Owens ungkap bagaimana perusahaan pakai algoritma dan data loyalitas untuk memaksimalkan harga per pelanggan, memperburuk kondisi konsumen.
Lindsay Owens, CEO Groundwork Collaborative sekaligus mantan penasihat ekonomi Senator Elizabeth Warren, menerbitkan buku berjudul 'Gouged: The End of a Fair Price and What That Means for Your Wallet'. Buku ini menelusuri bagaimana teknologi menghancurkan norma harga tetap yang telah bertahan 150 tahun sejak John Wanamaker memasang label harga di tokonya di Philadelphia pada akhir 1800-an.
Menurut Owens, program loyalitas seperti aplikasi McDonald's sejatinya adalah mesin pemanen data. Ketika WIRED meminta seluruh data yang dikumpulkan McDonald's dari interaksi aplikasi, hasilnya adalah dokumen setebal 515 halaman — termasuk estimasi probabilitas pelanggan berhenti berlangganan. Ekonom Duke bernama Curtis Taylor sudah memperingatkan hal ini sejak 2004: begitu program loyalitas menjadi high-tech, perusahaan akan mengidentifikasi pelanggan paling setia lalu mengenakan harga lebih tinggi kepada mereka.
Owens juga menyoroti bahwa kecerdasan buatan generatif berpotensi memperburuk situasi ini. Algoritma kini bisa menyesuaikan harga secara real-time berdasarkan profil perilaku individu, bukan pasar secara umum.