Hacker Bobol Data 40.000 Pegawai Homeland Security

Judul asli: Hacker stole personnel data about thousands of Homeland Security employees, including CBP and ICE agents

Mengapa Ini Penting

Kebocoran data operasional aparat keamanan AS memperlihatkan celah serius pada sistem identitas pemerintah federal.

Hacker bernama 'Department of Peace' mencuri data pribadi lebih dari 40.000 pegawai DHS, termasuk agen CBP dan ICE, dari sistem Okta SSO milik pemerintah AS pada 2026.

Data yang dicuri mencakup nama, jabatan, alamat email kantor, nomor ponsel, dan lokasi kerja puluhan ribu pegawai Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS). Sebanyak 21.000 catatan terkait pegawai U.S. Customs and Border Protection (CBP), sementara sekitar 10.000 catatan berasal dari Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan unit Homeland Security Investigations (HSI). Hampir 1.000 catatan lainnya menyangkut pegawai CISA, badan pertahanan siber AS.

Hacker mengklaim data diperoleh melalui sistem Okta single sign-on yang digunakan DHS untuk mengelola akses pegawai ke jaringan internal. Sistem itu juga menyimpan log IT dan informasi hak akses ke aplikasi internal. Dalam catatan yang ditinggalkan bersama data tersebut, hacker menulis: "Mereka punya informasi kita, jadi wajar kita punya milik mereka."

Ini bukan insiden pertama. Hacker yang sama sebelumnya mengklaim mencuri ribuan kontrak antara DHS dan sektor swasta, termasuk kontraktor pertahanan. Sebelum kasus ini, terjadi pula kebocoran data ribuan agen FBI dan jutaan data personel militer dari unit SDM Pentagon.

Sumber

techcrunch.com — Baca artikel asli →