Google Pixel Watch 5, Deteksi Darurat Pernapasan
Judul asli: Google’s Pixel Watch 5 Can Now Detect Breathing Emergencies
Mengapa Ini Penting
Fitur deteksi darurat pernapasan berbasis AI memperkuat posisi Google dalam persaingan wearable kesehatan di pasar global.
Google memperkenalkan Pixel Watch 5 pada Rabu dengan fitur Breathing Emergency Detection berbasis AI, menggunakan sensor PPG, akselerometer, dan barometer untuk mendeteksi penurunan saturasi oksigen.
Google meluncurkan Pixel Watch 5 beserta fitur unggulan kesehatan bernama Breathing Emergency Detection. Fitur ini menggunakan algoritma AI yang berjalan langsung di perangkat, menggabungkan data dari sensor PPG, akselerometer, dan barometer untuk mendeteksi penurunan saturasi oksigen yang persisten. Jika terdeteksi, jam tangan secara otomatis menghubungi layanan darurat dan berbagi lokasi pengguna.
Menurut Francis Hoe, Product Manager tim Pixel Watch, fitur ini dapat dipicu oleh berbagai kondisi seperti toksisitas obat, kecelakaan, pneumonia berat, dan tersedak. Namun, fitur ini belum mendapat izin dari FDA sehingga tidak tersedia di Amerika Serikat untuk saat ini. Google menyatakan sedang bekerja sama dengan regulator dan fitur ini hanya diluncurkan di sejumlah negara di Uni Eropa.
Fitur Breathing Emergency Detection juga akan hadir di Pixel Watch 4 melalui pembaruan perangkat lunak. Selain itu, Google mengumumkan dua fitur baru lainnya yaitu tren tekanan darah dan resistansi insulin, yang akan tersedia di Google Health app untuk pengguna Fitbit Air, Pixel Watch 3, 4, dan 5 pada musim gugur mendatang. Semua fitur ini dikelompokkan dalam kategori baru bernama Health Guardian, yang mencakup notifikasi detak jantung tidak beraturan, Loss of Pulse, dan Sleep Breathing Quality.