Google Luncurkan Agen AI di Gemini untuk Bisnis

Judul asli: Google brings agentic AI to Gemini, starting with businesses

Mengapa Ini Penting

Adopsi agen AI di level enterprise bisa mengubah cara kerja jutaan karyawan korporat global.

Google umumkan Gemini versi agentic di Google Cloud Event, Kamis (8/10). Fitur ini menyasar pengguna bisnis lebih dulu, dengan 1 miliar pengguna aktif bulanan dan 90% Fortune 100 sudah pakai Gemini Enterprise.

Di ajang Google Cloud, Sundar Pichai mengungkap bahwa Gemini kini bergerak dari sekadar menjawab pertanyaan menjadi agen yang bisa mengerjakan tugas secara mandiri — menjadwalkan rapat, memesan perjalanan, menulis kode, hingga mengoordinasikan pekerjaan lintas tim.

Google Cloud CEO Thomas Kurian menjelaskan bahwa agen baru ini menerima "tujuan, bukan sekadar instruksi." Artinya, sistem ini bisa merencanakan pekerjaan sendiri, memilih model AI terbaik secara otomatis, dan terhubung ke sistem internal perusahaan seperti Google Workspace, Microsoft 365, Slack, Jira, Confluence, Git, BigQuery, Databricks, Postgres, dan Snowflake.

Menariknya, Gemini akan memiliki akun Workspace sendiri — lengkap dengan alamat email — seolah-olah ia adalah rekan kerja biasa. Ia mengetahui struktur tim, zona waktu anggota, hingga siapa yang berwenang menyetujui suatu keputusan.

Pengguna bisa memantau aktivitas agen lewat antarmuka "tasks inbox", termasuk proses berpikir, pendelegasian ke subagen, hingga progres tugas. Pemilihan model juga bisa dilakukan manual, termasuk model pihak ketiga seperti Claude dari Anthropic. Google berencana memperluas pilihan ke model open source dan model privat lainnya.

Pichai menyebut peluncuran bertahap ke bisnis ini untuk menyelesaikan "masalah yang lebih berat seputar keamanan, skala, dan performa" sebelum agen ini dibuka ke konsumen umum.

Sumber

techcrunch.com — Baca artikel asli →