Developer Tinggalkan Deno, Kembali ke Node.js
Judul asli: Friendship ended with Deno, now Node is my best friend
Mengapa Ini Penting
Perpindahan balik ke Node menunjukkan runtime ini kian kompetitif melawan Deno dan Bun.
Developer web David Bushell meninggalkan Deno dan kembali ke Node.js v26.10.0 setelah mengerjakan proyek SvelteKit, menemukan ekosistem Node kini jauh lebih modern.
David Bushell, developer web asal UK, memutuskan kembali ke Node.js setelah bertahun-tahun setia pada Deno. Pemicunya: proyek klien berbasis SvelteKit yang memaksanya bersentuhan kembali dengan ekosistem Node. Hasilnya mengejutkan — Node.js modern sudah mendukung ECMAScript penuh, API lama telah diperbarui, dan `require()` tidak lagi jadi momok.
Bushell memilih PNPM sebagai pengganti NPM, bahkan membuat alias agar skrip yang hardcode nama binary tidak bermasalah. Ia juga mengatur `minimumReleaseAge: 1440` menit di `pnpm-workspace.yaml` untuk menghindari paket berbahaya yang baru terbit — sindiran ke lambatnya respons Microsoft terhadap malware di NPM.
Soal TypeScript, Node.js kini bisa menjalankan file `.ts` langsung, tapi menolak strip tipe dari file di dalam `node_modules` — keputusan filosofis, bukan teknis. Untuk bundling, ia beralih ke Tsdown. Migrasi static site generator dari Deno ke Node v26.10.0 ternyata minim perubahan: hanya mengganti Deno file system API dengan `node:fs` dan `Deno.serve` dengan adapter Hono.