Longshot Space tawarkan peluncuran kargo via meriam raksasa
Judul asli: Forget rockets — Longshot wants to fire cargo into space from a gun. See it at TechCrunch Disrupt 2026
Mengapa Ini Penting
Alternatif roket berbasis ground launcher bisa pangkas biaya peluncuran kargo skala kecil secara drastis.
Startup Longshot Space Technology dari Alameda, California, kembangkan meriam hipersonik untuk kirim kargo ke orbit. Dana terkumpul $20 juta dari investor.
Longshot Space Technology, didirikan oleh CEO Mike Grace dan CTO Nato Saichek, bertaruh bahwa roket bukan satu-satunya jalan ke luar angkasa. Idenya: gantikan tahap pertama roket dengan akselerator berbasis meriam multi-injeksi di darat — teknologi yang sebenarnya sudah ada sejak Perang Dunia II dan program riset tahun 1960-an.
Caranya, proyektil didorong melalui laras baja panjang yang dilengkapi tangki gas bertekanan tinggi di berbagai titik sepanjang laras. Tangki-tangki itu menyala secara presisi saat proyektil melintas, memberikan dorongan berlapis hingga mencapai kecepatan Mach 4 dalam pengujian saat ini.
Saat ini mereka mengoperasikan meriam sepanjang 70 kaki dengan diameter 6 inci di lokasi uji dekat Barstow, California. Tahap berikutnya adalah meriam 140 kaki berdiameter 30 inci di Alameda, lalu meriam 328 kaki yang akan diperpanjang hingga sekitar 3.000 kaki — menjadikannya meriam terbesar di dunia. Target akhirnya: meluncurkan muatan 100 kg dengan kecepatan Mach 8.
Grace menegaskan, "Anda bisa membangun sesuatu yang penuh hal baru, atau mengerjakan sesuatu yang benar-benar sulit. Anda tidak bisa melakukan keduanya sekaligus." Ia menyebut SpaceX sebagai contoh perusahaan yang menskalakan teknologi yang sudah terbukti — dan itulah pendekatan yang sama ingin diterapkan Longshot.