Fingerprint Browser Gantikan Cookie Pelacak
Judul asli: Fingerprints are the new cookies
Mengapa Ini Penting
Pengiklan kini bisa melacak pengguna tanpa cookie — regulasi saat ini tertinggal jauh.
Google resmi izinkan fingerprinting perangkat di produk iklannya, menggantikan cookie pihak ketiga yang gagal dihapus setelah 5 tahun janji privasi.
Browser fingerprinting bekerja tanpa menyimpan apapun di perangkat pengguna. Saat membuka situs, browser mengirim informasi: jenis browser, bahasa, sistem operasi, dan alamat IP. Kode yang berjalan di browser kemudian bisa mengekstrak data lebih dalam — resolusi layar, font yang terpasang, kemampuan grafis, hingga perilaku hardware — yang dikombinasikan menjadi identifikasi unik yang sulit dihilangkan.
Ceritanya panjang. Tahun 2019, cookie pihak ketiga menjadi masalah PR besar bagi Google. Safari dan Firefox sudah memblokirnya. Google pun berjanji pada 2020 untuk menghapus cookie dan membangun Privacy Sandbox sebagai penggantinya. Lima tahun berlalu, Privacy Sandbox dinilai gagal dan memunculkan kekhawatiran antitrust. Google akhirnya membatalkan penghapusan cookie — sambil diam-diam membuka pintu fingerprinting di produk iklan mereka.
Berbeda dengan cookie, fingerprinting tidak bisa dihapus, tidak terpengaruh mode incognito di sebagian besar browser, dan tidak memerlukan persetujuan pengguna. Safari (terutama iOS/macOS 26+) dan Firefox mulai memperluas perlindungan terhadap metode ini, sementara Chrome dan Edge belum melakukannya.