Negosiator Ransomware Diduga Bantu Operasi ShinyHunters
Judul asli: Feds suspect ransom negotiator ran ShinyHunters extortion site
Mengapa Ini Penting
Kasus ini mengungkap risiko konflik kepentingan di industri respons insiden siber.
FBI menyelidiki dua eksekutif firma negosiasi ransomware yang diduga membantu ShinyHunters beroperasi, termasuk satu yang ikut mengelola situs pemerasan korban.
Penyelidik federal AS mengidentifikasi eksekutif dari dua firma negosiasi ransomware berbeda yang memiliki hubungan tidak wajar dengan kelompok peretas ShinyHunters. Salah satunya, warga Amerika Serikat, diduga turut mengoperasikan situs yang menekan korban agar membayar tebusan.
ShinyHunters telah mengklaim puluhan kebocoran data besar sejak 2019 dan tahun ini saja telah memeras lebih dari $70 juta dari korban, menurut FBI. Kelompok ini belakangan menghack situs rekrutmen FBI, fbijobs.gov, dan mengancam mempublikasikan data sensitif pegawai termasuk nomor jaminan sosial, alamat rumah, serta rekam medis dan psikologis.
Titik balik penyelidikan terjadi pada 15 September 2026, saat otoritas Belanda menangkap Pepijn van der Stap. Pihak berwenang berhasil mengakses akun Signal-nya yang aktif, sehingga dapat membaca komunikasinya dengan berbagai kontak — termasuk negosiator ransomware di Kanada dan AS.
Pada 9 Oktober, FBI menangkap Edward Dubrovsky, eksekutif keamanan siber Kanada berusia 54 tahun. Dubrovsky, yang baru menerbitkan buku tentang cara menangani pemerasan siber dengan saran agar selalu bernegosiasi dengan peretas, didakwa mengancam membocorkan data curian dan mengganggu perdagangan antarnegara bagian melalui pemerasan. Menurut sumber, pesan Signal Van der Stap menunjukkan para eksekutif ini sering mengetahui detail korban baru ShinyHunters bahkan sebelum korban sendiri menyadari ada kebocoran.