Hakim Federal Sebut Flock 'Pengawasan Massal'

Judul asli: Federal judge calls Flock ‘indiscriminate mass surveillance’

Mengapa Ini Penting

Putusan ini membuka celah hukum serius bagi industri surveillance swasta yang kini beroperasi di ribuan kota AS.

Hakim federal AS memutuskan deputy sheriff Tulsa langgar Amandemen Keempat saat gunakan Flock Safety cari pelat kendaraan wanita tanpa surat perintah, Jumat (3/10).

Hakim Sara Hill dari pengadilan federal memutuskan bahwa seorang deputy sheriff di Tulsa, Oklahoma, melanggar hak konstitusional seorang wanita ketika menggunakan platform Flock Safety untuk mencari pelat kendaraannya tanpa warrant. Alasan pencarian? Semata karena kendaraan tersebut berpelat California.

Deputy itu kemudian menggunakan riwayat perjalanan wanita tersebut dari database Flock sebagai justifikasi untuk menggeledah mobilnya — di mana ia diklaim menemukan 91 pon metamfetamin. Namun Hill memerintahkan seluruh barang bukti yang diperoleh setelah pencarian Flock itu 'harus disupres sebagai buah dari pohon beracun.'

Hill menulis bahwa pelacakan lokasi seseorang di ruang publik menjadi 'bermasalah secara konstitusional ketika aparat hukum dapat secara pasif dan tanpa diskriminasi mengarsipkan keberadaan Anda selama periode panjang.' Ia menyebut sistem ini sebagai 'pengawasan massal tanpa sasaran spesifik.'

Meski putusan ini tidak menciptakan preseden mengikat, ini termasuk yang pertama di tingkat federal. Tekanan terhadap Flock kian bertumpuk: Florida dan Texas sudah menyatakan berhenti menggunakan teknologi ini. Senator Bernie Sanders pun memperkenalkan Block Flock Act yang akan melarang lembaga federal menggunakan pembaca pelat otomatis. CEO Flock, Garretty Langley, sebelumnya meminta 'kompromi' dan meminta maaf kepada perempuan yang pernah dijadikan target oleh oknum petugas. Perusahaan juga dikabarkan menawarkan program pembelian sukarela kepada karyawan untuk memangkas tenaga kerja.

Sumber

techcrunch.com — Baca artikel asli →