EU Bahas Chat Control di Balik Pintu Tertutup
Judul asli: EU to legislate about Chat Control behind closed doors
Mengapa Ini Penting
Kebijakan ini akan menentukan masa depan privasi digital dan enkripsi komunikasi bagi warga Eropa dalam dekade mendatang.
Aktivis sipil Dr. Patrick Breyer memperingatkan serangan ganda terhadap komunikasi aman di Eropa. Presiden Parlemen Eropa Roberta Metsola berusaha menghidupkan kembali Chat Control 1.0 yang telah ditolak pada Maret 2026, sementara negosiasi trilogue tentang Chat Control 2.0 dijadwalkan Senin 29 Juni.
Menjelang pertemuan kritis EU akhir pekan ini, Dr. Patrick Breyer, mantan anggota Parlemen Eropa dan aktivis hak asasi digital, memperingatkan "serangan ganda yang belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap komunikasi pribadi aman di Eropa. Breyer mengklaim Presiden Parlemen Eropa Roberta Metsola (EPP) sedang melakukan "power play" untuk menghidupkan kembali Chat Control 1.0, sebuah rezim pemindaian massal yang telah kadaluarsa. Metsola diduga mengabaikan keputusan jelas Parlemen Eropa yang menolak proposal ini pada pembacaan pertama bulan Maret dan meminta Komisi untuk menarik kembali proposal tersebut. Kelompok EPP-nya sendiri menolak dalam pemungutan suara final.
Secara bersamaan, negosiasi trilogue final tentang regulasi Chat Control 2.0 permanen (2022/0155) akan berlangsung Senin. Parlemen Eropa direncanakan mengeluarkan mandat baru tentang deteksi/pemindaian Senin pagi. Breyer memperingatkan skenario terburuk yang sedang dipertimbangkan adalah pemindaian massal pesan pribadi. Sebagai respons atas ancaman ini, organisasi masyarakat sipil telah memperbarui dan meluncurkan kembali platform kampanye fightchatcontrol.eu, memungkinkan warga untuk mengirim email langsung kepada pembuat kebijakan EU dan perwakilan pemerintah.