Celah UEFI Ancam Hampir Semua Server di Dunia

Judul asli: Code-execution flaw in UEFI firmware affects most servers on planet Earth

Mengapa Ini Penting

Jutaan server dari ribuan vendor rentan; patching UEFI lambat dan rumit

Kerentanan CVE-2026-97631 dengan skor keparahan 9,5/10 ditemukan di EDK2, kode dasar UEFI open source yang dipakai hampir semua vendor server dan pusat data global.

Celah memory-corruption di komponen ICMP dalam TianoCore EDK II memungkinkan penyerang mengeksekusi kode berbahaya sebelum sistem operasi aktif — artinya proteksi seperti Secure Boot dan TPM belum sempat berjalan. EDK2 adalah referensi utama UEFI yang digunakan oleh AMI, Insyde, Phoenix, bahkan Project Mu milik Microsoft.

Penemu celah ini, Alex Matrosov dari Anthropic dan Dan Holmes dari Google, semula merencanakan pengungkapan terkoordinasi pada Januari. Rencana itu buyar setelah AMI menerbitkan pull request bulan lalu yang merinci kerentanan sekaligus menyertakan kode perbaikannya. Begitu informasi itu tersebar, TianoCore langsung merilis advisory publik pekan lalu.

HD Moore, pencipta Metasploit dan Chief Research Officer Dragos, menyatakan: "Bug ini bisa digunakan untuk membajak alur program saat proses boot masih memiliki akses ke komponen sensitif seperti TPM — termasuk membobol enkripsi disk jika penyerang punya akses jaringan jangka pendek." Meski payload final tidak persisten, penyerang bisa menggunakannya sebagai pintu masuk untuk menanamkan payload lain yang aktif di setiap boot. Dengan kode patch sudah publik, pembuatan eksploit tinggal soal waktu.

Sumber

arstechnica.com — Baca artikel asli →