Hacker Bobol Data Semua Pengguna Chainalysis

Judul asli: Chainalysis says hackers stole credentials and tokens for all of its customers

Mengapa Ini Penting

Pelanggaran di platform analitik kripto yang dipakai FBI berdampak serius bagi keamanan investigasi aset digital global.

Chainalysis mengonfirmasi peretas mencuri nama, password hash, dan token aktif seluruh penggunanya lewat serangan siber berlapis yang melibatkan AI agent pada Oktober 2026.

Chainalysis, perusahaan analitik blockchain terkemuka, mengungkap bahwa peretas berhasil mengakses informasi sensitif seluruh penggunanya—termasuk nama lengkap, username, password hash, dan live token. Daftar pelanggan yang berpotensi terdampak mencakup lembaga pemerintah AS seperti FBI, ICE, dan Angkatan Udara AS, serta perusahaan swasta seperti Microsoft, Coinbase, dan Barclays.

Insiden bermula pada Oktober 2026. Chainalysis menyebutnya sebagai 'multifront cyberattack' yang menggunakan teknik ofensif berbantuan AI agent untuk menembus sistem internal. Tahap awal serangan mengekspos data seperti user ID, nama, dan email—yang oleh perusahaan dikategorikan sebagai 'non-sensitive'. Belakangan, penyelidikan Senin (3 November) mengungkap adanya on-path attack—serangan yang mengintersep lalu lintas antara dua pihak di infrastruktur jaringan—yang membocorkan password hash dan token aktif. Sumber infrastruktur yang disusupi belum diungkap, termasuk apakah data tersebut dilindungi enkripsi TLS.

Sebagai respons, Chainalysis menurunkan halaman login dan layanan know-your-transaction (KYT)-nya. Layanan Reactor dan Data Solutions juga dihentikan sementara. Per Jumat, akses KYT dan Address Screening mulai dibuka bertahap. Seluruh pengguna diwajibkan mereset kredensial mereka.

Sumber

arstechnica.com — Baca artikel asli →