Box3D: Mesin Fisika 3D Sumber Terbuka Diluncurkan

Judul asli: Box3D, an open source 3D physics engine

Mengapa Ini Penting

Tersedianya mesin fisika 3D open source yang matang memberikan alternatif bagi developer game dalam memilih solusi physics simulation yang robust dan dapat dikustomisasi.

Box3D, mesin fisika 3D sumber terbuka berbasis fork Box2D, telah dirilis dan tersedia di GitHub. Dikembangkan untuk mendukung kebutuhan game 3D dengan fitur collision mesh segitiga, collision height-field, dan arsitektur inti yang serupa Box2D.

Box3D adalah mesin fisika 3D sumber terbuka yang diluncurkan sebagai pengembangan lanjutan dari Box2D. Engine ini tersedia di GitHub dengan berbagai fitur canggih untuk game 3D. Fitur utama meliputi triangle mesh collision, height-field collision, baked compound collision, C API dengan C17, sub-stepping solver, continuous collision, graph coloring untuk large islands, wide SIMD contact solver, multi-threading hooks, optional internal scheduler, large world support dengan doubles untuk position, cross platform determinism, serta recording dan replay. Box3D dikembangkan karena kebutuhan game The Legend of California yang sedang dikerjakan di Kintsugiyama sejak 2022 menggunakan Unreal engine. Developer menghadapi masalah dengan native physics engine Chaos termasuk tidak ada support untuk gyroscopic torques dan simulasi yang tidak stabil untuk entitas kompleks seperti pohon jatuh pada mesh segitiga. Awalnya developer mempertimbangkan memodifikasi Chaos atau menggunakan physics engine open source seperti Jolt, namun kemudian fork Rubikon-Lite dari Valve yang dikembangkan oleh Dirk Gregorius (physics programmer Half-Life: Alyx) dan mengintegrasikannya ke Unreal. Keputusan ini diperkuat dengan optimisasi dari Box2D v3.0 yang kemudian diintegrasikan untuk menjaga konsistensi antara usaha 2D dan 3D.

Sumber

box2d.org — Baca artikel asli →