Google IDE Sejarah: Dari Fragmentasi ke Cloud IDE Cider
Judul asli: A History of IDEs at Google
Mengapa Ini Penting
Menunjukkan evolusi tools development di skala enterprise dan adopsi cloud IDE modern
Mantan karyawan Google Laurent Le Brun mengungkap evolusi IDE di Google selama 2011-2024. Dari ekosistem terfragmentasi hingga adopsi cloud IDE Cider yang menggunakan language-server protocol untuk code completion.
Laurent Le Brun, mantan karyawan Google (2011-2024), mengungkap sejarah IDE di monorepo utama Google (google3). Pada 2011, senior engineer termasuk Jeff Dean menolak ide IDE seragam, menganggap preferensi individual lebih penting. Fragmentasi IDE mengharuskan reimplementasi tools seperti Bazel support dan Starlark tooling di berbagai platform. Google membentuk tim khusus IntelliJ pada 2015. Sekitar 2013, muncul Cider (Cloud IDE), web-based editor yang awalnya digunakan technical writer untuk edit markdown. Cider berkembang populer karena workflow efisien untuk pull request dan fitur auto-merge. Titik balik terjadi saat menambahkan code completion via language-server protocol, menjadikan Cider client ringan dengan backend powerful.